Diary Yasma in The New World
Ceritaku hari ini, Hari itu aku pertama kali melihatnya. Menatapnya sayup, memandang matanya yang kian tak sanggup memandangku. Lucu dan imut. Itulah besitku saat itu. Sejak hari itu, kami mulai saling mengenal. Satu dan lainnya. Kami semakin dekat. Dekat dan mulai ada sesuatu di antara kami. Entahlah, tak tau ku sebut apa hal itu. Apakah sebuah rasa? Lantas rasa seperti apakah itu? Yang jelas, setiap ia muncul dalam anganku. Bibir ini tak sanggup menahan senyum _'Imut'_ itulah kata pertama yang muncul dalam suara hatiku kala itu. Setiap ku coba jabarkan ia dalam benakku. Rasanya, hati ini terlalu khawatir akan banyak hal. Apakah itu tentang keadaannya? Bagaimana ia menjalani harinya dengan sendirian? Apakah ia merasa cukup? Bagaimana kondisinya? Dan apakah ia merasa bahagia? Serta, apakah aku terlalu menghawatirkannya? Itu benar, aku bukan siapa-siapanya. Dan dia bukan siapa-siapaku. Kenapa aku harus bersikap demikian? Kenapa aku harus mengkhawatirkan ia yang tidak lama baru ...